Pemerintah juga mengedukasi masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga lingkungan laut. Mereka mengadakan pelatihan, diskusi, dan patroli bersama warga agar kesadaran lingkungan meningkat. Warga ikut melaporkan kegiatan ilegal yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Pemprov Bengkulu menargetkan kondisi alur pelabuhan tetap stabil dalam lima tahun ke depan. Mereka menyusun rencana jangka panjang berbasis data cuaca, arus laut, dan kondisi daratan. Tim teknis menganalisis semua faktor yang bisa mempercepat pendangkalan.
Pemerintah pusat mendukung program ini melalui dana infrastruktur pelabuhan. Dengan peralatan ini, petugas bisa bekerja lebih cepat dan efisien.
Pemprov juga bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal untuk melakukan riset sedimentasi. Peneliti menganalisis penyebab utama pendangkalan dan memberikan rekomendasi teknis. Hasil riset ini membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan.
Upaya terpadu ini menunjukkan komitmen Bengkulu dalam menjaga kelancaran transportasi laut. Pelabuhan yang aman dan bebas pendangkalan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor logistik, perikanan, dan perdagangan antarpulau.
Dengan strategi aktif, kolaborasi kuat, dan pengawasan ketat, Pemprov Bengkulu optimis dapat menjaga alur pelabuhan tetap dalam dan fungsional setiap saat.
“Baca Juga : Juru Parkir di THM Palembang Ditusuk 7 Kali oleh OTK”