pedro acosta
Rider KTM Sebut Kecepatan Desmosedici Jadi Kunci Dominasi Marquez
Pembalap Red Bull KTM, secara terbuka mengakui bahwa dirinya belum mampu mengalahkan Marc Marquez di MotoGP 2025. Menurutnya, satu-satunya cara untuk menandingi kecepatan Marquez adalah dengan mengendarai motor Ducati Desmosedici, bukan KTM.
“Saya tahu cara mengalahkannya, tapi saya tidak bisa karena saya tidak menunggangi Ducati,” ujar seperti dikutip dari Motosan, Minggu (6/7/2025). Pernyataan ini mencerminkan kesenjangan performa motor KTM dibanding rival utama mereka musim ini.
Marquez yang kini membela Ducati Lenovo tampil konsisten dan mendominasi banyak seri. Ia hanya mendapat tantangan serius dari rekan setimnya seperti Francesco Bagnaia dan adiknya, Alex Marquez, yang juga memakai motor Ducati bersama tim Gresini.
“Baca Juga : Biaya Haji 2025: Jemaah Bayar Rp 55,4 Juta”
Hasil Terbaik Hanya Posisi Keempat, Belum Mampu Tembus Lima Besar Klasemen
Pedro Ungkap Strategi Kalahkan Marc Marquez 2025Hingga seri ke-10 MotoGP 2025, Pedro Acosta belum meraih kemenangan maupun naik podium. Pencapaian terbaiknya adalah finis keempat di dua seri, yaitu di GP Prancis dan Aragon. Dengan raihan total 98 poin, ia tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara.
Situasi ini membuat Acosta sulit bersaing di papan atas dan memperlihatkan keterbatasan performa motor KTM. Meski begitu, Acosta belum terpikir untuk meninggalkan tim Red Bull KTM dalam waktu dekat.
Ia menekankan pentingnya peningkatan motor Pedro Acosta Ungkap Strategi Kalahkan Marc Marquez 2025agar bisa tampil kompetitif. “Saya butuh motor yang lebih baik untuk bersaing sekarang, bukan dua tahun dari sekarang,” tegasnya. Ia ingin fokus pada performa saat ini ketimbang membuat rencana jangka panjang hingga musim 2026.
Tegaskan Komitmen pada KTM, Tapi Butuh Dukungan Teknologi untuk Bersaing
Meski sadar akan keterbatasan motornya, Pedro Acosta menunjukkan loyalitasnya terhadap Red Bull KTM. Ia belum memiliki rencana untuk hengkang atau membuka pembicaraan dengan pabrikan lain.
Namun, ia menekankan bahwa tanpa peningkatan performa dari sisi teknis, sulit baginya untuk menantang para pembalap Ducati. Fokus Acosta saat ini adalah memperbaiki hasil demi mendekatkan diri ke zona lima besar.
Pernyataan Acosta memperjelas tantangan besar yang dihadapi KTM dalam persaingan teknologi MotoGP 2025. Di saat Ducati terus berkembang, KTM perlu meningkatkan performa mesin dan stabilitas motor jika ingin bersaing di barisan terdepan.
Musim masih panjang dan peluang masih terbuka. Jika KTM mampu menjawab kebutuhan pembalap muda berbakat ini, bukan tidak mungkin Acosta kembali menjadi penantang utama di MotoGP.
Jelang GP Jerman 2025, Acosta Realistis soal Jarak Performa Motor
Pedro Acosta, pembalap Red Bull KTM, secara realistis mengakui kesenjangan performa yang besar antara dirinya dan para pembalap Ducati. Ia menyoroti Marc Marquez sebagai sosok yang sulit dikejar, terutama karena keunggulan teknologi motor Ducati yang kini memimpin persaingan MotoGP 2025.
“Sayangnya, satu-satunya motor yang bisa digunakan untuk mencoba melawan Marc—bahkan bukan untuk jadi juara—adalah Ducati,” ujar Acosta dalam pernyataan yang dikutip dari Motosan, Minggu (6/7/2025). Ia menambahkan, dari empat pabrikan yang tampil kompetitif, hanya Ducati yang terlihat jauh lebih unggul.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan jujur terhadap ketimpangan performa antar-pabrikan di musim ini. Marquez, yang kini memimpin klasemen sementara, terbukti konsisten dan sulit disaingi oleh pembalap yang tidak menggunakan motor Desmosedici.
Sementara itu, sedang mempersiapkan diri Pedro Ungkap Strategi Kalahkan Marc Marquez 2025 menghadapi seri berikutnya di MotoGP Jerman 2025. Balapan akan digelar di Sirkuit Sachsenring pada 11–13 Juli 2025. Sachsenring dikenal sebagai trek teknis yang sering menguntungkan pembalap dengan gaya agresif seperti Marc Marquez.
Bagi , GP Jerman menjadi peluang penting untuk memperbaiki performa. Meskipun sulit menandingi Ducati, ia tetap berupaya mencetak hasil terbaik dan membawa KTM semakin kompetitif.
Kesadaran akan realitas teknis ini menjadi dorongan bagi tim KTM untuk terus mengembangkan motor. Jika tidak, selisih performa dengan Ducati akan makin sulit dikejar di paruh kedua musim 2025.