Chris Hemsworth
kasihterbaru.online – Dalam wawancara dengan The Guardian dan Variety, Rabu (4/6), Hemsworth menjelaskan kakeknya dulu menderita Alzheimer, dan ayahnya baru saja didiagnosis akhir tahun lalu. Hal ini membuatnya lebih sadar akan rapuhnya hidup.
“Keinginan saya ke depan benar-benar terkendali. Saya menjadi lebih sadar akan rapuhnya banyak hal. Anak-anak saya sekarang berusia 11 dan 13 tahun, dan momen kebersamaan menjadi sangat berharga,” ujar Hemsworth.
Kesadaran ini mendorong Hemsworth memikirkan prioritas hidup, termasuk bagaimana ia ingin menghabiskan waktu dengan keluarga. Ia mulai lebih menghargai momen sederhana, seperti malam-malam ketika anak-anak ingin tidur bersama.
Situasi keluarga juga mengubah cara Hemsworth memilih peran di layar lebar. Kini, ia lebih fokus pada proyek yang terasa personal daripada hanya mengejar keuntungan finansial.
“Dulu saya berpikir, ‘Siapa saya sampai menolak uang sebanyak itu?’. Tapi sekarang saya memilih proyek berdasarkan keputusan kreatif, bukan uang semata,” kata Hemsworth.
Sebelumnya, Hemsworth menerima proyek untuk mendukung keluarga dan membiayai kebutuhan sepupu-sepupunya, meski itu bukan pilihan kreatif paling murni. Kini, risiko genetik Alzheimer membuatnya meninjau ulang pilihan kariernya.
Baca juga: “Josh D’Amaro Ditunjuk Disney Jadi CEO Baru”
Hemsworth sempat ragu membuka risiko genetik Alzheimer yang membuatnya delapan hingga sepuluh kali lebih berisiko. Ia khawatir hal ini bisa memengaruhi citra publiknya sebagai bintang film laga dan Marvel.
“Saya bertanya-tanya apakah orang akan percaya pada karakter Marvel saya setelah mengetahui ketakutan dan rasa tidak aman saya,” ujarnya.
Meski begitu, Hemsworth menegaskan keterbukaan ini bukan berarti menyerah pada karier atau kehidupan. Faktor risiko ini memberi perspektif baru, tetapi bukan vonis pasti.
Hemsworth pertama kali mengungkap faktor risiko genetiknya pada 2022 melalui serial dokumenter yang memperlihatkan pertemuannya dengan dokter. Gen APOE4 yang dimilikinya meningkatkan risiko Alzheimer, tapi tidak menjamin ia pasti terkena penyakit tersebut.
Ia menekankan bahwa risiko genetik bukan “vonis mati”, melainkan indikasi penting yang mendorong langkah pencegahan dan kesadaran hidup. Hemsworth tetap aktif berkarier dan menjalani kehidupan normal, sambil menyesuaikan pilihan kreatif dan gaya hidup sehat.
Terbuka tentang risiko Alzheimer memberi Hemsworth kesempatan untuk lebih proaktif menjaga kesehatan dan kualitas hidup keluarga. Risiko genetik mendorongnya untuk memperhatikan pola makan, olahraga, dan keseimbangan kerja-hidup.
Selain itu, Hemsworth menjadi teladan bagi publik tentang pentingnya mengetahui faktor risiko kesehatan keluarga dan membuat keputusan hidup yang lebih sadar. Kesadaran ini relevan bagi aktor maupun masyarakat luas yang menghadapi kondisi genetik atau keluarga serupa.
Chris Hemsworth menunjukkan bahwa risiko genetik Alzheimer dapat memengaruhi pilihan hidup, waktu bersama keluarga, dan karier.
Kesadaran ini membuatnya lebih selektif memilih proyek akting, lebih menghargai momen keluarga, dan tetap aktif menjalani hidup sehat. Hemsworth menegaskan bahwa risiko Alzheimer bukan akhir karier, tetapi indikator penting untuk menata prioritas hidup.
Pendekatan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kesadaran kesehatan, keluarga, dan profesionalisme, sekaligus menjadi inspirasi bagi publik untuk menghadapi risiko genetik secara bijak.