EA Plus Youth Games
kasihterbaru.online – Presiden Komite Olimpiade Filipina (POC) Abraham “Bambol” Tolentino menggagas penyelenggaraan SEA Plus Youth Games yang pertama kali digelar di Manila pada 2028. Ajang ini ditujukan untuk pembinaan atlet muda berusia 17 tahun ke bawah di kawasan Asia Tenggara.
Tolentino menyebut bahwa SEA Plus Youth Games diselenggarakan setidaknya satu tahun sebelum Asian Youth Games (AYG), digelar setiap dua tahun agar selaras dengan kalender AYG, serta menjadi persiapan atlet menuju Youth Olympic Games (YOG).
“SEA Plus Youth Games menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini agar lebih siap bersaing di Asian Youth Games dan Youth Olympic Games,” ujar Tolentino dikutip dari laman resmi OCA, Jumat.
Gagasan ini mendapat dukungan dari sembilan Presiden Komite Olimpiade Nasional (NOC) anggota SEA Games, yaitu Thailand, Indonesia, Malaysia, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste, serta mendapat restu dari Olympic Council of Asia (OCA) melalui Direktur Jenderal Husain Al Musallam.
Baca juga: “Anthony Peacock Lengkapi Kuota Pemain Asing Pacific Caesar”
Sementara itu, konsep “SEA Plus” juga digagas oleh Indonesia. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyatakan, rencana perluasan SEA Games membuka peluang keikutsertaan negara di luar Asia Tenggara, seperti Bhutan, Australia, Selandia Baru, dan Fiji.
“Selama ini SEA Games hanya diikuti 11 negara. Dengan konsep ini, jumlah peserta bertambah sehingga menjadi ajang pengukuran lebih kompetitif,” kata Okto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/12).
SEA Plus Youth Games edisi perdana akan mempertandingkan:
Istilah “Plus” merujuk pada keikutsertaan minimal satu NOC Asia dari luar Asia Tenggara pada setiap edisi untuk meningkatkan kualitas persaingan atlet muda.
Menurut Okto, konsep SEA Games Plus juga bertujuan memprioritaskan cabang olahraga Olimpiade, mengurangi dominasi tuan rumah dalam mengejar gelar juara umum, serta menciptakan ajang lebih profesional.
“Ke depan, multievent berskala besar harus lebih fokus pada cabang-cabang Olimpiade agar atlet muda memiliki tolok ukur kompetitif,” jelasnya.
Tolentino menekankan bahwa SEA Plus Youth Games menjadi langkah strategis memperkuat sinergi regional dalam olahraga. Ajang ini tidak hanya melatih kemampuan atlet muda, tetapi juga membangun jejaring antar-NOC dan pengalaman internasional.
“Kami ingin atlet muda tidak hanya belajar teknik, tetapi juga siap mental menghadapi kompetisi internasional,” kata Tolentino.
Dukungan OCA memastikan penyelenggaraan ajang ini mendapat legitimasi internasional. Hal ini sejalan dengan rencana KOI memperluas SEA Games Plus sehingga atlet Asia Tenggara memiliki tolok ukur lebih tinggi sebelum menghadapi kompetisi continental atau global.
SEA Plus Youth Games 2028 di Manila menjadi langkah awal pengembangan olahraga usia muda di kawasan. Dengan kombinasi peserta dari Asia Tenggara dan negara undangan dari luar kawasan, ajang ini diharapkan meningkatkan kualitas atlet, strategi pembinaan, dan pengalaman internasional sejak usia dini.
Rencana penyelenggaraan yang jelas, dukungan resmi dari NOC anggota, serta sinergi KOI dan OCA menunjukkan kesiapan regional mencetak generasi atlet muda kompetitif. Indonesia, sebagai salah satu penggagas SEA Plus, diproyeksikan akan memanfaatkan ajang ini untuk memperkuat pipeline atlet menuju Asian Youth Games dan Youth Olympic Games.
Baca juga: “Atlet Triathlon Gresik Borong Medali SEA Games 2025”