jack draper
kasihterbaru.online – Petenis Inggris Jack Draper memastikan tidak tampil di turnamen Australia pada awal musim 2026.
Keputusan tersebut diambil karena cedera lengan yang masih dalam proses pemulihan.
Draper menyampaikan pernyataan itu melalui video di akun media sosial pribadinya.
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah diskusi panjang bersama timnya.
Menurut Draper, keputusan itu menjadi salah satu yang tersulit sepanjang kariernya.
Australia dinilainya sebagai turnamen besar dan sangat penting bagi setiap petenis.
“Sayangnya, saya dan tim memutuskan tidak berangkat ke Australia tahun ini,” kata Draper.
Ia menyebut Grand Slam Australia sebagai salah satu turnamen terbesar dalam tenis dunia.
Namun, kondisi fisik saat ini tidak memungkinkan dirinya tampil kompetitif.
Baca juga: “Kemenangan Tipis Pantai Gading dan Kamerun”
Draper mengungkapkan cedera lengan tersebut telah ia alami dalam waktu cukup lama.
Ia menyebut proses pemulihan sudah mendekati tahap akhir.
Meski demikian, risiko bermain terlalu cepat dinilai terlalu besar.
Menurut Draper, pertandingan lima set membutuhkan kesiapan fisik maksimal.
Ia menilai kembali ke lapangan terlalu cepat bukan keputusan bijak.
Pertimbangan tersebut diambil demi kesehatan jangka panjang dan performa kariernya.
“Untuk kembali ke pertandingan lima set secepat ini bukan pilihan tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan keputusan itu diambil demi masa depan tenisnya.
Draper mengakui cedera ini menjadi salah satu tantangan terberat dalam hidupnya.
Ia menyebut telah mengalami beberapa kemunduran selama proses pemulihan.
Namun, cedera kali ini dinilainya paling sulit dan kompleks.
“Saya telah mengalami banyak kemunduran sejauh ini,” kata Draper.
Ia menambahkan cedera tersebut menguji ketahanan fisik dan mentalnya.
Meski begitu, ia berusaha tetap optimistis menghadapi situasi tersebut.
Berdasarkan catatan ATP, Draper hanya memainkan satu pertandingan tingkat tur sejak Wimbledon.
Pertandingan tersebut terjadi pada babak pertama US Open.
Ia berhasil meraih kemenangan sebelum kembali mengalami kendala fisik.
Setelah itu, Draper menarik diri dari turnamen major terakhir musim tersebut.
Ia juga tidak lagi berkompetisi sepanjang sisa musim 2025.
Keputusan itu diambil demi fokus pada pemulihan cedera lengan.
Absennya Draper dari banyak turnamen memengaruhi ritme bertandingnya.
Namun, timnya menilai pemulihan total lebih penting daripada hasil jangka pendek.
Sebelum cedera membatasi aktivitasnya, Draper mencatat musim yang impresif.
Petenis kidal berusia 24 tahun itu menutup 2025 dengan rekor 30 kemenangan dan sembilan kekalahan.
Catatan tersebut berdasarkan indeks menang dan kalah ATP.
Draper juga mencatat pencapaian penting dalam kariernya.
Ia meraih gelar ATP Masters 1000 pertamanya di Indian Wells.
Prestasi itu mengukuhkan posisinya di jajaran elite tenis dunia.
Pada akhir musim, Draper menempati peringkat 10 dunia.
Peringkat tersebut menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya.
Meski dihantam cedera, Draper menegaskan pengalamannya memberi dampak positif.
Ia merasa cedera justru membentuk mental yang lebih kuat.
Draper mengaku semakin termotivasi untuk berkembang sebagai pemain.
“Cedera ini membuat saya lebih tangguh dan lebih bersemangat,” katanya.
Ia menilai tantangan tersebut memperjelas target jangka panjangnya.
Keinginan untuk kembali lebih kuat menjadi sumber motivasi utama.
Draper berharap dapat kembali berkompetisi penuh pada 2026.
Ia menargetkan kembali tampil konsisten di level tertinggi.
Proses pemulihan akan tetap menjadi prioritas dalam beberapa bulan ke depan.
Absennya Draper dari Australia 2026 menjadi kehilangan bagi turnamen tersebut.
Ia merupakan salah satu pemain muda paling menjanjikan di tur ATP.
Keputusannya juga menunjukkan pentingnya manajemen cedera dalam tenis modern.
Banyak petenis kini memilih pendekatan jangka panjang demi karier berkelanjutan.
Langkah Draper mencerminkan kesadaran akan risiko bermain dalam kondisi belum pulih.
Pendekatan ini semakin umum di kalangan pemain papan atas.
Dengan usia yang masih relatif muda, Draper memiliki waktu untuk kembali bersinar.
Jika pemulihan berjalan lancar, ia berpeluang kembali bersaing di level tertinggi.
Musim 2026 diharapkan menjadi titik balik setelah periode sulit akibat cedera.
Baca juga: “Kebangkitan Tenis Indonesia di SEA Games 2025, Dominasi Atlet Jawa Timur Jadi Kunci”