polisi
kasihterbaru.online – Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija mengajak warga dan wisatawan menjaga kebersihan kawasan wisata.
Ajakan tersebut disampaikan menjelang meningkatnya kunjungan wisata akhir tahun.
Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga lingkungan pesisir.
Argadija menyampaikan imbauan itu di Jakarta pada Jumat.
Ia mengingatkan kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan.
Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” kata Argadija.
Ia berharap kesadaran tersebut menjadi budaya di Kepulauan Seribu.
Baca juga: “Kejagung Periksa Sudirman Said Terkait Kasus Minyak Mentah”
Kapolres meminta masyarakat setempat terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga mengajak pelaku usaha wisata berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
Wisatawan diimbau tidak membuang sampah sembarangan selama berkunjung.
Argadija menilai kolaborasi semua pihak sangat penting bagi keberlanjutan pariwisata.
Lingkungan pesisir yang bersih mencerminkan kesiapan daerah menyambut wisatawan.
“Seluruh pihak memiliki peran penting dalam merawat lingkungan pesisir,” ujar Argadija.
Ia menegaskan imbauan ini berlaku untuk seluruh kawasan wisata Kepulauan Seribu.
Argadija menyebut menjaga kebersihan sebagai bagian dari program Jaga Jakarta.
Program ini menekankan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan ruang publik.
Kepulauan Seribu termasuk wilayah strategis dalam program tersebut.
Kabupaten Kepulauan Seribu dikenal sebagai destinasi wisata bahari unggulan Jakarta.
Wilayah ini memiliki pantai, pulau wisata, dan ekosistem laut yang sensitif.
Kondisi lingkungan sangat menentukan kualitas pengalaman wisatawan.
“Lingkungan pesisir harus terawat dan terjaga,” tutur Argadija.
Ia menegaskan semua pihak bertanggung jawab menjaga kualitas lingkungan tersebut.
Polres Kepulauan Seribu menggandeng masyarakat menggelar aksi bersih pantai.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa.
Aksi dilakukan menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Fokus kegiatan adalah memastikan kawasan wisata tetap bersih dan nyaman.
Aksi ini menyasar area yang sering dikunjungi wisatawan.
Petugas dan warga bekerja bersama sejak pagi hari.
Argadija menyebut kegiatan ini sebagai langkah preventif menghadapi lonjakan pengunjung.
Wisatawan biasanya mulai berdatangan sejak libur Natal.
Puncak kunjungan diperkirakan terjadi menjelang malam Tahun Baru.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memungut berbagai jenis sampah.
Sampah plastik menjadi fokus utama karena paling banyak ditemukan.
Botol minuman bekas juga mendominasi temuan di sepanjang pantai.
Selain itu, petugas mengumpulkan ranting pohon dan limbah ringan lainnya.
Sampah tersebut tersebar di garis pantai akibat aktivitas wisata dan arus laut.
Pembersihan dilakukan secara manual untuk menjaga ekosistem pantai.
Sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir.
Proses pengangkutan didukung petugas kebersihan wilayah setempat.
Koordinasi lintas pihak memastikan penanganan sampah berjalan lancar.
Argadija menuturkan aksi bersih pantai mencerminkan kepedulian bersama.
Kegiatan ini bertujuan menjaga citra pariwisata Kepulauan Seribu.
Lingkungan bersih dinilai meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Ia berharap wisatawan dapat menikmati suasana pantai yang bersih.
Kondisi lingkungan yang terawat memberi kenyamanan dan rasa aman.
“Ini bagian dari pelayanan dan komitmen kami mendukung kenyamanan publik,” ungkap Argadija.
Polisi ingin hadir tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga pelayanan sosial.
Menurut Argadija, aksi bersih pantai juga bagian dari kesiapan wilayah.
Kegiatan dilakukan setelah perayaan Natal dan sebelum Tahun Baru.
Momentum ini penting untuk memastikan kesiapan destinasi wisata.
Lonjakan pengunjung berpotensi meningkatkan volume sampah pesisir.
Tanpa pengelolaan yang baik, sampah dapat merusak keindahan pantai.
Hal tersebut juga berdampak pada ekosistem laut.
“Lingkungan pantai yang bersih diharapkan meningkatkan daya tarik wisata,” kata Argadija.
Pulau Untung Jawa diharapkan menjadi contoh pengelolaan wisata berkelanjutan.
Ajakan Kapolres Kepulauan Seribu menegaskan pentingnya kolaborasi menjaga lingkungan.
Kebersihan destinasi wisata tidak dapat dibebankan pada satu pihak.
Kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan wisata.
Melalui aksi nyata dan imbauan berkelanjutan, polisi mendorong perubahan perilaku.
Kepedulian lingkungan diharapkan tumbuh di kalangan warga dan wisatawan.
Langkah ini penting untuk menjaga daya saing pariwisata Kepulauan Seribu ke depan.
Baca juga: “Polisi Terapkan One Way Menuju Puncak Bogor Pagi Ini”