Bulog
kasihterbaru.online – Perum Bulog menegaskan bahwa isu penjualan beras bantuan bencana di Takengon adalah hoaks. Informasi yang beredar di media sosial itu menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat yang sedang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tengah.
“Baca juga: Mencapai Impian “Kemandirian Beras” Indonesia“ [2]
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Andi Afdal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjual beras bantuan bencana. Ia menyebut klarifikasi ini sejalan dengan pernyataan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang telah meluruskan informasi tersebut.
Program itu sudah berjalan lama dan bukan bagian dari bantuan bencana.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan beberapa poin penting dalam klarifikasi resmi. Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah tidak pernah menjual beras bantuan bencana. Keterlibatan personel TNI dan Polri hanya untuk membantu proses penyaluran beras murah GPM.
Banyak warga mendatangi gudang Bulog Takengon untuk memperoleh beras.
Andi menegaskan bahwa fokus utama Bulog saat ini adalah menjaga kelancaran akses pangan. Distribusi pangan masih terkendala akibat putusnya jalur darat. Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan agar masyarakat terdampak tetap mendapat pasokan pangan yang aman dan terjangkau.Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Andi Afdal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjual beras bantuan bencana. Ia menyebut klarifikasi ini sejalan dengan pernyataan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang telah meluruskan informasi tersebut.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik , Andi Afdal, menyatakan bahwa sinergi lintas lembaga sangat penting dalam situasi darurat. Ia menegaskan bahwa TNI, Polri, dan Forkopimda terlibat untuk menjaga ketertiban proses distribusi.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, juga meluruskan informasi yang beredar. Pemerintah daerah memutuskan untuk meminta bantuan TNI dan Polri agar proses berjalan aman dan terkontrol.
mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi.
“Simak juga: Bos Pupuk Indonesia Ungkap Tantangan Besar“ [5]