Aksi Damai Bela Affan
kasihterbaru.online – Aksi Damai Kelompok mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi damai di depan Mapolres Kota Dumai, Riau.
Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya berorasi tetapi juga menabur bunga di halaman Mapolres Dumai.
Baca Juga : Tren Belanja Produk Kecantikan: Meneliti Perilaku Konsumen Milenial dan Gen Z
Ratusan peserta aksi menyampaikan beberapa tuntutan penting. Mereka mendesak penegakan hukum yang transparan terkait kematian Affan Kurniawan.
Massa juga menuntut kehadiran seluruh anggota DPRD Dumai. Dari 35 anggota dewan, hanya lima yang hadir dan berdialog langsung dengan perwakilan massa. Meski tidak sepenuhnya sesuai harapan, aksi berlangsung tertib dengan pengamanan ratusan personel kepolisian.
Aksi solidaritas ini berakhir sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (30/8/2025). Situasi tetap kondusif hingga massa membubarkan diri dengan damai.
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan memicu gelombang solidaritas di berbagai daerah, termasuk Dumai. Menurut catatan LBH, aksi solidaritas serupa juga muncul di beberapa kota lain sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga korban.
Aktivis mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar berkabung, melainkan juga desakan moral agar aparat lebih humanis dalam mengawal demonstrasi. Mereka berharap Polri segera menindaklanjuti tuntutan massa dan membuka ruang dialog lebih luas dengan masyarakat.
Solidaritas ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat advokasi hak-hak sipil. Publik menunggu langkah nyata aparat dalam merespons aspirasi tersebut agar peristiwa serupa tidak terulang.
Kapolres Dumai AKBP Angga F. Herlambang menegaskan pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi damai bela Affan Kurniawan
Menurut Angga, aparat kepolisian mengutamakan komunikasi dan dialog untuk memastikan aspirasi massa tersampaikan tanpa menimbulkan kericuhan. “Kami memprioritaskan komunikasi dan dialog agar hak masyarakat bisa terlaksana dengan aman dan tertib,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/8/2025).
“Tugas kami adalah memfasilitasi agar hak tersebut bisa terlaksana dengan aman,” jelas Angga.
Kapolres juga mengapresiasi sikap kooperatif para peserta aksi. Massa dinilai mampu menyampaikan aspirasi dengan tertib, bahkan ikut membersihkan sampah setelah aksi selesai. “Kami berterima kasih kepada para pengunjuk rasa yang menjaga ketertiban dan tidak anarkis. Ini menunjukkan kesadaran hukum masyarakat Dumai cukup tinggi,” tambahnya.
Penggunaan strategi humanis oleh aparat mencerminkan perubahan paradigma pengamanan aksi di Indonesia. Pendekatan ini sejalan dengan arahan Polri agar unjuk rasa tetap dihormati sebagai hak demokratis. Ke depan, pola pengamanan berbasis komunikasi dan empati diharapkan menjadi standar untuk mencegah potensi konflik serupa di berbagai daerah.
Baca Juga : Rutinitas Kecantikan Nina Dobrev di Usia 30-an: Mencuci Muka Menjadi Kunci