Ardina Rasti
kasihterbaru.online – Ardina Rasti Meski memilih tidak menyinggung lebih jauh kehidupan rumah tangga sang mantan, Rasti menegaskan sikapnya yang selalu berpihak pada perempuan, khususnya ketika mereka menghadapi ancaman kekerasan.
Dalam pernyataannya, Rasti mengingatkan bahwa perempuan berhak mendapat perlindungan hukum dan sosial dari segala bentuk kekerasan. “Karena kadang-kadang orang mikir ‘ah verbal tuh bukan kekerasan’, padahal itu sudah masuk ke ranah kekerasan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan, baik verbal maupun fisik, masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
Kasus perceraian selebritas seperti Eza Gionino menyoroti kembali pentingnya dukungan publik bagi korban kekerasan rumah tangga. Selain itu, hal ini menekankan pentingnya peran hukum dalam memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
Pesannya sederhana namun kuat: perempuan layak mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan penghormatan dalam kehidupan berumah tangga.
Aktris Ardina Rasti kembali menegaskan sikapnya terkait isu kekerasan yang menyeret banyak perempuan sebagai korban.
“Jadi aku tidak spesifik untuk ngomongin seseorang, apalagi keluarga orang, cuman aku selalu mengutamakan itu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/9/2025)
Sebagai seorang ibu dua anak, istri aktor Arie Dwi Andhika itu menilai pentingnya melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan. Sikapnya ini menunjukkan konsistensi dalam mendukung isu perlindungan perempuan, sebuah persoalan yang masih marak di Indonesia. Data Komnas Perempuan pada 2024 mencatat lebih dari 300 ribu kasus kekerasan, baik di ranah publik maupun domestik. Angka ini menggambarkan urgensi isu yang diangkat Rasti.
Meski memberikan pandangan terkait isu kekerasan, Ardina Rasti memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh mengenai perceraian Eza Gionino. Ia menegaskan tidak memiliki kapasitas untuk menilai atau menyinggung persoalan rumah tangga orang lain. Karena aku gak ngerti apapun ya. Dan itu kan hubungan orang dengan keluarga orang gitu,” jelasnya.
Sikap hati-hati ini menunjukkan profesionalisme Rasti sebagai figur publik. Ia berusaha menjaga batasan antara opini pribadi dan privasi orang lain. Dalam konteks perceraian selebritas, komentar pihak luar kerap memicu spekulasi yang tidak sehat. Dengan menahan diri, Rasti menegaskan bahwa yang lebih penting adalah fokus pada isu besar, yaitu perlindungan perempuan dari kekerasan.
Kasus perceraian Eza Gionino sendiri menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, pernyataan Rasti justru mengarahkan perhatian pada persoalan struktural: bagaimana perempuan sering berada pada posisi rentan. Dukungan tokoh publik seperti Rasti diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kekerasan, sekecil apa pun bentuknya, tidak boleh diabaikan.
Ke depan, pernyataan Rasti dapat menjadi pengingat penting bahwa selebritas memiliki peran dalam mendorong perubahan sosial. Dengan memanfaatkan ruang publik, mereka dapat menyuarakan isu perlindungan perempuan dan mendorong penerapan hukum yang lebih tegas. Bagi Rasti, sikapnya sederhana namun tegas: membela perempuan yang merasa dirugikan, tanpa harus menyinggung kehidupan pribadi orang lain.
“Baca juga: Hemofilia di Indonesia, Langkah Penting dalam Penanganan”