Bandara Ngurah Rai
kasihterbaru.online – General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, memastikan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur belum berdampak pada operasional penerbangan di Bali. Pemeriksaan langsung yang ia lakukan pada Rabu menunjukkan seluruh aktivitas di bandara berjalan normal, baik kedatangan maupun keberangkatan. Kondisi ruang tunggu penumpang, khususnya di terminal internasional, juga terpantau aman dan terkendali.
Syaugi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan keamanan penerbangan. Ia menyebut tidak ada gangguan penerbangan maupun penumpukan penumpang. Bandara Ngurah Rai tetap beroperasi seperti biasa dengan rata-rata pergerakan 67 ribu penumpang per hari. Angka ini mencerminkan stabilitas aktivitas penerbangan di Bali meski terjadi erupsi di wilayah lain.
”Baca juga: MyIndiHome dan MyOrbit akan segera Dinonaktifkan?“
Untuk mengantisipasi perubahan kondisi udara yang dapat terjadi sewaktu-waktu, pengelola bandara mengimbau penumpang agar datang lebih awal. Syaugi meminta calon penumpang melakukan pengecekan jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.
Pengelola bandara juga menegaskan kesiapan prosedur mitigasi jika situasi berubah. Koordinasi dengan maskapai dan otoritas navigasi udara terus dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan. Hingga kini, Bali tetap menjadi salah satu hub perjalanan tersibuk di Indonesia, dan Bandara Ngurah Rai berkomitmen memastikan layanan berjalan optimal bagi seluruh pengguna jasa.
Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan seluruh operasional tetap lancar meski erupsi Gunung Semeru terjadi di Kabupaten Lumajang. General Manager Ahmad Syaugi Shahab meninjau langsung kondisi lapangan pada Rabu dan melaporkan bahwa penerbangan tetap aman.
Sejak pagi, Syaugi menyaksikan penumpang melintas dengan nyaman sambil menikmati pementasan tari tradisional dan parade gebogan. Aktivitas seni tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola bandara untuk menjaga pengalaman positif penumpang selama periode hari raya. Pantauan operasional menunjukkan tidak ada gangguan penerbangan akibat abu vulkanik dari Semeru. Bandara tetap beroperasi stabil dengan volume penumpang harian mencapai sekitar 67 ribu orang.
Di sisi lain, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas signifikan pada hari yang sama. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Semeru menjadi Level IV atau awas pada pukul 17.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah pemantauan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dan tidak stabil.
Sebelumnya, Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut meletus dengan luncuran awan panas sejauh tujuh kilometer. Kolom abu erupsi mencapai dua ribu meter di atas puncak atau sekitar 5.676 mdpl. Pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat di zona bahaya. Pengelola Bandara Ngurah Rai tetap melakukan koordinasi berkala dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keamanan lalu lintas udara.
”Simak juga: Review Voopoo Argus P2 Vape Device“