Pertamina
Kasihterbaru.online – Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga terus mengupayakan agar pasokan energi tetap lancar ke daerah-daerah yang terdampak bencana banjir, terutama di wilayah Bener Meriah, Aceh. Sabtu pagi, 13 Desember 2025, pengiriman BBM untuk wilayah tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Air Tractor. Pengiriman ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memastikan pasokan energi sampai ke masyarakat meski banyak jalur darat yang masih sulit diakses akibat bencana.
Pada pukul 08.08 WIB, pesawat Air Tractor berangkat dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah. Pengiriman ini dilakukan di bawah pengawasan langsung Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra. Menurut Simon, jalur darat yang terputus akibat longsor dan banjir membuat pengiriman BBM melalui udara menjadi solusi terbaik.
“Di wilayah tertentu dengan akses terbatas, pengiriman melalui udara, termasuk Air Tractor, menjadi opsi terbaik agar energi segera menjangkau masyarakat,” jelas Simon.
Baca juga: “Pemulihan Listrik Sumut Capai 99,8%, Aceh 36%”
Pesawat Air Tractor dipilih karena kemampuannya dalam mengakses daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dalam satu kali penerbangan, Air Tractor dapat membawa maksimal 3,5 kiloliter (KL) Biosolar atau 4 KL Gasoline (Pertalite atau Pertamax). Untuk memastikan kebutuhan pasokan tetap terpenuhi, pengiriman melalui Air Tractor dijadwalkan berlangsung dua hingga tiga kali sehari.
Pertamina Patra Niaga telah mengintensifkan distribusi BBM menggunakan berbagai moda transportasi udara. Selain Air Tractor, pesawat perintis, Hercules, dan helikopter sling load juga digunakan untuk mengirimkan energi ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan pasokan energi tidak terhambat, meskipun kondisi darat masih terbatas.
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan bahwa pengiriman BBM menggunakan Air Tractor sangat efektif untuk memastikan distribusi berjalan cepat dan bertahap. “Penerbangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pasokan tetap aman, sekaligus membantu pemulihan wilayah yang terdampak,” katanya.
Kecepatan pengiriman ini sangat penting untuk mendukung pemulihan pascabencana, baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun untuk mendukung penanganan bencana oleh pihak berwenang. Dalam hal ini, BBM juga dibutuhkan oleh BNPB untuk mendukung proses pemulihan di daerah terdampak bencana.
Proses pengiriman BBM melalui udara ke Bener Meriah tidak hanya melibatkan Pertamina, tetapi juga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Pengiriman dilakukan dengan melibatkan otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan proses pengiriman berjalan lancar di tengah keterbatasan akses darat.
Seluruh pengiriman BBM ini juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan pasokan energi di SPBU Bener Meriah dan Aceh Tengah tetap terpenuhi. Pasokan BBM yang lancar diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan aktivitas masyarakat, serta membantu upaya pemulihan pascabencana secara keseluruhan.
Pertamina tidak hanya fokus pada distribusi BBM untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan energi dalam proses penanganan bencana. BBM yang disuplai ke daerah-daerah terdampak banjir juga digunakan untuk mendukung aktivitas pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana. Dengan pasokan energi yang stabil, upaya pemulihan baik untuk masyarakat maupun infrastruktur publik dapat berjalan lebih lancar.
Pernyataan Simon Mantiri menegaskan pentingnya distribusi energi yang cepat dan tepat waktu: “Pasokan BBM yang lancar akan sangat membantu percepatan penanganan bencana. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan energi di wilayah yang terdampak.”
Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan distribusi energi di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. Menggunakan pesawat seperti Air Tractor, yang dapat menjangkau wilayah terisolasi dengan cepat, menjadi bagian dari inovasi untuk mengatasi tantangan geografis dan infrastruktur.
“Setiap penerbangan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan pasokan energi tetap stabil. Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar pengiriman BBM tidak terhambat, meskipun kondisi lapangan masih sangat menantang,” tutup Mars Ega.
Pengiriman BBM ke daerah seperti Bener Meriah melalui udara ini menunjukkan betapa pentingnya peran teknologi dan kerja sama berbagai pihak dalam menjaga kelancaran pasokan energi. Langkah ini tidak hanya mendukung pemulihan pascabencana tetapi juga memperlihatkan komitmen Pertamina untuk selalu siap dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama di saat-saat genting.
Langkah Pertamina dalam mengirimkan BBM ke Bener Meriah menggunakan pesawat Air Tractor menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan berbagai pihak terkait dapat mengatasi tantangan besar dalam situasi darurat. Dengan menggunakan moda transportasi udara, Pertamina memastikan pasokan energi tetap lancar, meskipun jalur darat masih terhambat oleh bencana. Ke depan, pengiriman BBM melalui udara akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi di wilayah terdampak bencana dapat segera dipenuhi, mendukung pemulihan dan kegiatan masyarakat yang terdampak.
Baca juga: “Dukung Operasional RSUD Aceh, Pertamina Pasok BBM 200 liter per Hari”