BCA
kasihterbaru.online – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta nasabahnya untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan, termasuk phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA. Imbauan ini muncul menyusul laporan beberapa nasabah bisnis yang mengalami kerugian melalui media sosial akibat transfer dana yang tidak masuk ke rekening tujuan.
Hera F Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa pihak bank telah melakukan komunikasi dan investigasi lanjutan terkait laporan tersebut. “Berdasarkan kronologis dari nasabah dan hasil penelusuran internal, kejadian ini merupakan modus phishing melalui situs web palsu,” ujar Hera, Minggu.
BCA menegaskan bahwa sistem internalnya tetap aman. Namun, pihak bank menekankan perlunya kewaspadaan nasabah terhadap situs web yang meniru tampilan resmi BCA.
Baca juga: “TripAdvisor Pilih Bali sebagai Destinasi Terpopuler Tahun 2026”
Modus phishing ini melibatkan website yang hampir menyerupai situs resmi BCA, tetapi alamatnya berbeda. Misalnya, korban diarahkan ke alamat yang diawali “vpk” atau variasi lain yang menyerupai “klikbca.com”. Saat nasabah login di situs palsu, dana yang seharusnya masuk ke rekening tujuan justru dialihkan ke rekening penipu.
Kasus ini sebelumnya ramai dibahas di media sosial. Akun Instagram @realmrbert menekankan bahwa nasabah seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui situs resmi vpn.klikbca.com. Namun, beberapa korban terjebak website palsu dan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Akun lain, @tommy********, melaporkan kehilangan dana Rp500 juta setelah login ke website palsu melalui mesin pencari Google. Dana tersebut awalnya akan digunakan untuk membayar gaji karyawan, namun masuk ke rekening penipu.
Hera menekankan agar nasabah tidak membagikan data rahasia, termasuk Appli Token Key BCA, PIN, OTP, maupun password. Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui channel BCA yang diverifikasi:
Bank ini juga meminta nasabah untuk selalu mengecek alamat situs sebelum melakukan transaksi, memastikan selalu mengakses portal resmi BCA.
Selain menjaga keamanan sistem, BCA secara rutin memberikan edukasi kepada nasabah mengenai potensi risiko siber dan modus penipuan terbaru. Bank mendorong nasabah untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan dan tidak tergiur dengan tautan yang tidak resmi atau berasal dari pihak ketiga.
BCA menekankan bahwa keamanan finansial nasabah menjadi prioritas utama. “Kami berharap nasabah tetap waspada dan memanfaatkan layanan resmi BCA untuk transaksi digital agar terhindar dari kerugian,” tambah Hera.
Dengan peningkatan kesadaran dan penggunaan kanal resmi, BCA menargetkan pengurangan risiko penipuan, terutama bagi nasabah bisnis yang rutin melakukan transfer dana besar. Peningkatan edukasi digital dan keamanan online diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan elektronik.
Baca juga: “BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026”