Canelo Kalahkan John Ryder
kasihterbaru.online – Saul “Canelo” Alvarez menundukkan John Ryder dalam duel brutal 12 ronde di Guadalajara, Meksiko pada 2023. Ryder tampil sebagai petarung jarak dekat yang tangguh meski harus bertahan dengan hidung patah sejak ronde awal. Pertarungan itu meninggalkan kesan mendalam karena Ryder tidak menyerah hingga bel berbunyi di ronde terakhir. Kekalahan ini menjadi salah satu duel paling berat dalam karier Ryder sebelum akhirnya ia memutuskan pensiun.
Baca Juga : Cara Mengencangkan Payudara Agar Terlihat Lebih Naik Tanpa Operasi
Pasca pensiun, Ryder menikmati fase baru sebagai pelatih di Matchroom Gym, Essex. Ia membantu pelatih utama Tony Sims membimbing nama-nama muda seperti Ramla Ali, Maisey Rose, George Liddard, Jimmy Sains, dan Conor Benn. Ryder mengakui transisi tidak mudah, tetapi dukungan rekan lama membuatnya cepat beradaptasi. “Rasanya seperti pulang ke rumah, mereka membuat segalanya lebih mudah bagi saya,” kata Ryder.
Ryder mengakhiri karier profesionalnya usai kalah dari Jaime Munguia pada Januari 2024 di Phoenix. Petinju berusia 37 tahun itu pensiun dengan catatan 32 kemenangan, 7 kekalahan, dan 18 KO. Kini ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, mengantar anak ke sekolah, dan tetap aktif di sasana. “Saya bahagia pensiun. Hidup saya indah bersama anak-anak dan istri,” ungkapnya. Keputusannya mencerminkan bagaimana pengorbanan panjang di ring akhirnya terbayar dengan kesempatan menikmati kehidupan baru yang lebih tenang.
John Ryder mengingat kembali duel brutal 12 ronde melawan Saul “Canelo” Alvarez di Guadalajara. Pertarungan itu meninggalkan luka fisik sekaligus warisan mental yang kini ia bawa ke dunia kepelatihan. Ryder, yang pensiun dengan rekor 32 kemenangan, 7 kekalahan, dan 18 KO, mengaku pengalaman melawan petinju Meksiko itu menjadi bekal berharga untuk membimbing generasi baru.
Ryder sempat merasakan pahitnya kontroversi ketika melawan Callum Smith pada 2019. Banyak pengamat menilai ia pantas menang, namun kartu skor justru membuatnya kalah. Ia memilih tidak larut dalam kekecewaan dan terus melanjutkan karier hingga akhirnya mendapat kesempatan menghadapi Canelo pada 2023. Pertarungan itu berlangsung keras. Hidung Ryder patah di ronde awal, namun ia tetap berdiri hingga ronde ke-12, membuat banyak orang kagum pada ketangguhannya.
“Sebagai pelatih, saya ingin anak-anak muda tahu bahwa saya pernah mengalaminya sendiri,” ujar Ryder. Ia menegaskan tidak sekadar memberi instruksi, melainkan berbagi pengalaman nyata menghadapi salah satu petinju pound-for-pound terbaik. Ryder kini menjadi asisten pelatih Tony Sims di Matchroom Gym, Essex, melatih petarung muda seperti George Liddard, Jimmy Sains, hingga Ramla Ali.
Ryder menyebut transisi dari petinju ke pelatih tidak mudah, namun dukungan tim membuatnya lebih cepat beradaptasi. Ia juga menilai atlet muda saat ini lebih siap secara fisik dan mental dibanding generasinya. “Mereka lebih baik karena memiliki ilmu dan pengalaman yang kami bawa,” jelas Ryder.
Kini, Ryder menikmati kehidupan lebih tenang bersama keluarga sembari tetap dekat dengan ring tinju. Ia mengaku masih merasakan adrenalin saat mendampingi anak didiknya di laga besar. Bagi Ryder, pengorbanan dan rasa sakit di masa lalu kini berubah menjadi motivasi untuk melahirkan petarung tangguh di masa depan.
Baca Juga : Dokter Jantung Ingatkan Bahaya Merokok Meski Tampak Sehat