Dewi Perssik
kasihterbaru.online – Dewi Perssik Informasi tidak benar itu beredar luas di media sosial dan memicu respons tegas dari Dewi. Ia menilai hoaks tersebut merugikan nama baiknya sebagai publik figur yang aktif di dunia hiburan.
“Baca juga: Kritik Roy Suryo terhadap Pemerintah atas Tumbangnya PDN“ [3]
Dewi Perssik akan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 25 November, bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Sandy menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan konsultasi hukum sebelum menyiapkan laporan resmi. Ia menegaskan bahwa proses ini penting untuk memastikan langkah hukum berjalan sesuai aturan. Sebagai figur publik, Dewi juga ingin memastikan penanganan kasus mengikuti mekanisme yang berlaku.
Sandy menyebut timnya telah menyiapkan bukti digital terkait penyebaran hoaks tersebut. Bukti ini mencakup tangkapan layar unggahan, jejak komentar, dan tautan yang menguatkan adanya dugaan pelanggaran hukum. Pengumpulan bukti menjadi krusial karena kasus serupa semakin sering terjadi seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Dewi berharap langkah hukum ini dapat memberi efek jera kepada pelaku serta mendorong literasi digital yang lebih baik.
Ia berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten daring.
Ia menilai klarifikasi yang sudah ia sampaikan sebelumnya tidak mendapat respons positif dari pihak penyebar kabar bohong.
Dalam wawancara terbaru, Dewi menjelaskan bahwa ia telah berupaya meluruskan informasi sejak awal munculnya isu tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar faktual. “Kalau misalkan mereka masih terus ngotot, ya tidak ada cara lain ya berarti tandanya ya mereka mungkin maunya ke jalur hukum. Saya sudah mengklarifikasi bahwa itu tidak benar,” ujar Dewi.
Dewi juga mengungkapkan bahwa informasi palsu tersebut tidak berasal dari satu akun saja, melainkan dari beberapa akun yang tampak saling terkoordinasi. “Itu bukan satu akun. Dan itu banyak beberapa akun kayak kompak gitu. Nah, itu sudah aku kasih ke lawyer. Nah, selama, kata kata lawyer aku, ‘Ini bisa aja’. ‘Kita bisa dapetin ini semuanya’ terkecuali memang akun tersebut ada di luar negeri ya,” jelasnya.
Langkah hukum yang akan ditempuh Dewi menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran publik figur dalam melindungi identitas digital mereka. Kasus serupa juga menjadi catatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Dewi berharap proses hukum ini dapat memberi efek jera serta mendorong ekosistem digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
“Simak juga: Proses Metabolisme, Sayuran Pembakar Lemak Perut yang Ampuh”