China Tegaskan Hormati Venezuela
kasihterbaru.online – China menegaskan dukungannya terhadap Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pada Selasa (6/1).
Menurut Mao, pemerintah China menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan konstitusi Venezuela. “China menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai hukum nasionalnya,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Global Times.
Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden dan menteri perminyakan, secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin. Pelantikan ini terjadi setelah operasi militer besar-besaran AS pada Sabtu yang menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawanya ke Amerika Serikat.
Mao Ning menegaskan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela. “Tak ada negara yang boleh menempatkan hukum domestiknya di atas hukum internasional,” kata Mao. Ia juga menyebut AS mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara dengan menuntut dan menggelar sidang di pengadilan AS.
China menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Mao menambahkan, Beijing menentang intervensi sepihak yang mengancam stabilitas dan hak-hak Venezuela.
Dalam persidangan yang digelar di New York, Maduro dan Flores menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok teroris. Keduanya menyatakan tidak bersalah. China mengecam tindakan ini dan mendesak pemerintah AS menjamin keselamatan keduanya serta segera membebaskan mereka.
Pelantikan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara menandai fase transisi di tengah krisis politik Venezuela. Sebagai pemimpin sementara, Rodriguez diharapkan memulihkan stabilitas dan menjaga jalannya pemerintahan sesuai konstitusi.
Beijing menekankan pentingnya dialog dan penyelesaian damai atas konflik internasional. “China menghormati kedaulatan Venezuela dan mendukung proses politik domestik yang sah,” jelas Mao Ning.
Intervensi militer AS memicu ketegangan internasional, terutama dengan China, yang sejak awal menentang tindakan sepihak Washington. Analis menilai langkah Beijing mencerminkan posisi geopolitik yang konsisten, mendukung hukum internasional, dan memperkuat pengaruhnya di Amerika Latin.
Selain itu, sikap China dapat memengaruhi dinamika hubungan AS-China, terutama dalam isu-isu global terkait kedaulatan dan hak asasi manusia. Banyak negara mengamati respons Beijing sebagai indikator komitmen terhadap norma internasional.
Dengan dukungannya terhadap Delcy Rodriguez, China menegaskan prinsip menghormati kedaulatan, hukum nasional, dan penyelesaian politik damai. Beijing juga menolak intervensi sepihak AS dan menyerukan forum internasional untuk menangani konflik.
Krisis Venezuela menjadi perhatian global, dan peran China menegaskan pengaruh diplomatiknya. Beijing kemungkinan akan terus mendorong solusi politik melalui mekanisme internasional sambil memperkuat hubungan bilateral dengan pemerintah sementara Venezuela.