Perbedaan Gaji Shayne Pattynama di KAS Eupen dan Buriram United
kasihterbaru.online – Gaji Shayne Pattynama pemain Timnas Indonesia, kini menjadi sorotan usai meninggalkan KAS Eupen dan bergabung dengan Buriram United. Kepindahan ini tak hanya soal pindah klub, tetapi juga menyangkut perbedaan signifikan dalam hal gaji. Perjalanan karier Shayne menunjukkan kontras besar antara penghasilannya di Eropa dan Asia Tenggara.
“Simak juga: Mustika Ratu Mengukuhkan Kehadiran Global“ [5]
Shayne bergabung dengan KAS Eupen pada 2023 setelah bermain di Viking FK, Norwegia. Namun, kiprahnya di Belgia tidak berjalan mulus. Selama membela Eupen, ia hanya tampil dalam 23 pertandingan. Menurut laporan berbagai sumber, gajinya di KAS Eupen berkisar 32.200 poundsterling per musim atau sekitar Rp636 juta. Jumlah ini relatif kecil untuk pemain berlabel internasional di Eropa. Minimnya menit bermain membuatnya sulit berkembang dan akhirnya membuka peluang pindah.
Pada 8 Mei 2025, KAS Eupen resmi melepas Shayne meski kontraknya baru berakhir Juni 2026. Buriram United merekrutnya dengan status bebas transfer per 7 Juli 2025 untuk mengisi kuota pemain ASEAN. Di klub raksasa Thailand ini, Shayne mengenakan nomor punggung 20 dan memulai pengalaman pertamanya bermain di luar Eropa. Meski detail gajinya di Buriram belum terungkap resmi, sejumlah media memperkirakan angkanya jauh di atas pendapatan di Eupen. Selain gaji, ia juga berpotensi mendapat bonus dari performa tim dan pencapaian pribadi. Kepindahan ini bisa menjadi momentum baru bagi Shayne untuk mendapatkan peran lebih besar dan penghasilan yang layak.
Buriram United adalah klub papan atas Asia Tenggara yang memiliki kekuatan finansial jauh lebih besar dari KAS Eupen.
Musim 2024–2025 menjadi bukti kehebatan Buriram, dengan keberhasilan meraih treble domestik: Liga Thailand, Piala FA, dan Piala Liga Thailand. Mereka juga menjuarai ASEAN Club Championship, mempertegas statusnya sebagai kekuatan utama di kawasan.
Dengan reputasi itu, wajar jika gaji Shayne di Buriram diprediksi “bak bumi dan langit” dibanding saat di Eupen yang hanya sekitar Rp636 juta per musim. Selain kemungkinan gaji yang lebih besar, ia juga berpeluang mendapatkan bonus dari pencapaian tim dan performa pribadi. Kesempatan bermain reguler menjadi nilai tambah lain yang sulit ia dapatkan di Eropa.
Kepindahan ini bukan hanya soal peningkatan finansial, tetapi juga peluang memperkuat posisinya di Timnas Indonesia. Dengan tampil konsisten di klub yang rutin berkompetisi di Liga Champions Asia, Shayne memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus nilai pasar dirinya di kancah internasional.
“Baca juga: Kritik Roy Suryo terhadap Pemerintah atas Tumbangnya PDN“ [3]