Kasihterbaru – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian bocah enam tahun yang hanyut di Ciliwung. Operasi hari kedua ini melibatkan lebih banyak personel dan peralatan penyelamatan. Petugas menyisir aliran sungai dari titik awal hingga pintu air terdekat. Kondisi cuaca pagi ini terpantau cerah dan sangat mendukung proses evakuasi. Seluruh tim bergerak cepat untuk memanfaatkan debit air yang sedang stabil. Warga sekitar turut berkumpul di jembatan guna membantu pengawasan visual.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin sore saat hujan rintik turun. Korban sedang bermain bersama dua orang temannya di pinggir sungai. Mereka mencoba mengambil benda yang terapung di dekat aliran air deras. Naas, kaki korban terpeleset pada tumpuan batu yang sangat licin. Korban langsung terjatuh ke dalam pusaran air Sungai Ciliwung yang keruh. Teman-teman korban segera berlari mencari bantuan dari orang dewasa terdekat.
Baca Juga : Maling Motor Tewas Usai Dikeroyok Warga di Jaksel
Warga setempat berusaha melakukan pertolongan pertama dengan alat seadanya di lokasi. Namun, arus sungai membawa tubuh bocah tersebut ke arah hilir. Laporan kehilangan segera masuk ke pusat kendali BPBD Kota Bogor. Petugas langsung mengerahkan satu unit tim reaksi cepat ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pemetaan awal untuk menentukan titik koordinat jatuhnya korban tersebut. Pencarian malam hari sempat terkendala oleh jarak pandang yang sangat terbatas.
Tim SAR membagi wilayah pencarian menjadi empat zona yang berbeda hari ini. Zona pertama berfokus pada pembersihan tumpukan sampah di celah-celah bebatuan. Sampah sering menjadi tempat tersangkutnya objek yang terbawa arus sungai deras. Zona kedua melibatkan penyelaman pada palung sungai yang memiliki arus bawah tenang. Penyelam profesional menggunakan tabung oksigen lengkap untuk menyisir dasar sungai tersebut. Jarak pandang di bawah air menjadi tantangan utama bagi para petugas.
Zona ketiga dan keempat fokus pada penyisiran darat sejauh lima kilometer. Petugas berjalan kaki menyusuri tebing sungai yang curam dan penuh semak. Mereka berkomunikasi menggunakan radio panggil untuk melaporkan setiap temuan kecil di lapangan. Perahu karet bermesin juga mondar-mandir memecah aliran air di tengah sungai. Fokus utama adalah menemukan tanda-tanda pakaian atau benda milik korban tersebut. Petugas bekerja tanpa lelah demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga korban.
Baca Juga : Harley-Davidson Rilis 7 Model 2026: Cek Daftar Harganya
Data menunjukkan bahwa Sungai Ciliwung memiliki karakteristik arus yang sangat tidak terduga. Curah hujan di daerah hulu sering menyebabkan luapan air secara mendadak. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak bermain sendirian. Bantaran sungai yang tidak memiliki pagar pembatas menjadi titik paling rawan. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. Edukasi mengenai bahaya arus sungai harus terus disampaikan secara rutin.
Pihak keluarga saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologis dari tim terkait. Mereka terus memanjatkan doa agar korban dapat segera ditemukan oleh petugas. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi hoaks mengenai kondisi korban di media sosial. Informasi resmi hanya akan keluar melalui pintu satu komando dari Tim SAR. Pencarian ini akan terus berlangsung hingga batas waktu tujuh hari sesuai aturan. Mari kita dukung penuh kerja keras para relawan di lapangan.
Data Operasional:
Personel: 50 Anggota Gabungan (BPBD, Damkar, TNI, Polri, Relawan).
Alat: 3 Unit Perahu Karet, Alat Selam, Drone Thermal.
Lokasi: Aliran Ciliwung, Wilayah Bogor Tengah hingga Bogor Utara.