Penemuan Dua Kereta Perang Kuno di Luar Mausoleum Kaisar Qin
kasihterbaru.online – Para arkeolog di Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, menemukan dua kereta perang kuno dalam ekskavasi terbaru dekat Mausoleum Kaisar Qinshihuang.
Temuan ini diumumkan dalam konferensi arkeologi pada Rabu (14/1) oleh Museum Situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang.
Kereta perang tersebut ditemukan di Lubang Nomor 2, yang mencakup area seluas sekitar 6.000 meter persegi. Ekskavasi terbaru meneliti sekitar 30 meter persegi di lubang ini, sekaligus mengungkap 15 bagian perlengkapan kereta dan kuda, serta sembilan senjata.
Zhu Sihong, pemimpin proyek sekaligus peneliti museum, menyebutkan, “Kereta-kereta perang ini dikubur tanpa roda, sebuah fitur yang belum pernah terkonfirmasi sebelumnya di lubang ini. Temuan ini kemungkinan memiliki makna simbolis daripada fungsional.”
Lubang Nomor 2 menampung lebih dari 1.300 prajurit terakota dan kuda. Patung-patung ini meliputi kusir kereta, kavaleri, dan pemanah yang berlutut atau berdiri.
Banyak patung masih mempertahankan warna aslinya dan berada dalam kondisi sangat baik, memberikan wawasan unik tentang teknologi dan seni masa Dinasti Qin.
Ditemukan pertama kali pada 1974, pasukan Prajurit Terakota dibangun oleh Kaisar Qinshihuang (221 SM–207 SM). Kaisar Qin dikenal sebagai penguasa yang menyatukan Tiongkok untuk pertama kalinya.
Situs ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1987 karena nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Zhu menambahkan, “Lubang ini tidak hanya menyimpan pasukan militer, tetapi juga menunjukkan struktur politik, ekonomi, dan kekuatan militer Dinasti Qin. Kereta yang ditemukan mungkin melambangkan strategi perang dan status sosial pengawal Kaisar.”
Baca juga: “Manfaat Nutrisi Salmon dan Ayam bagi Kesehatan Jantung”
Ekskavasi juga berhasil menemukan berbagai perlengkapan tambahan, termasuk senjata dan perlengkapan kuda. Semua temuan ini memperluas pemahaman tentang kehidupan militer dan simbolisme pada masa Qin.
Kereta perang yang dikubur tanpa roda menandakan mereka mungkin tidak dimaksudkan untuk digunakan, melainkan sebagai simbol status atau pelindung spiritual. Pendekatan simbolik seperti ini umum dalam budaya pemakaman Tiongkok kuno, di mana benda-benda tertentu ditempatkan untuk mengawal penguasa di akhirat.
Sejauh ini, tiga lubang yang mengelilingi makam Qinshihuang telah ditemukan, menampung ribuan prajurit terakota, kuda, dan berbagai perlengkapan militer. Temuan ini membantu sejarawan memahami taktik militer, seni, dan kehidupan sosial pada masa Dinasti Qin.
Penemuan dua kereta perang ini menegaskan pentingnya Lubang Nomor 2 sebagai pusat simbolisme militer dan spiritual dalam kompleks makam Kaisar Qinshihuang.
Ekskavasi yang berkelanjutan diharapkan akan mengungkap lebih banyak informasi tentang strategi militer, hierarki sosial, dan kepercayaan spiritual Dinasti Qin.
Zhu Sihong menyimpulkan, “Setiap temuan baru memperkaya pemahaman kita tentang peradaban kuno Tiongkok. Kereta ini menunjukkan bahwa simbolisme dan kekuatan militer berjalan beriringan dalam budaya Qin.”
Para peneliti juga menekankan pentingnya konservasi, karena warna asli dan kondisi patung yang terjaga rapat membuat Lubang Nomor 2 menjadi sumber informasi yang sangat berharga bagi studi sejarah dan arkeologi.
Baca juga: “Misteri Makam Kaisar Pertama China, Arkeolog Tak Berani Sentuh”