Polisi Amankan Buron Internasional Kasus Pembunuhan Rumania
kasihterbaru.online – Tim gabungan Polri menangkap buron internasional kasus pembunuhan asal Rumania di Bali.
Penangkapan dilakukan oleh Divisi Hubungan Internasional Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia.
Operasi ini melibatkan Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar.
Buron tersebut bernama Zuleam Costinel Cosmin, warga negara Rumania berusia 33 tahun.
Zuleam ditangkap di wilayah Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.
Penangkapan dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy membenarkan penangkapan tersebut.
Ia menyampaikan keterangan resmi kepada jurnalis di Denpasar, Jumat.
Zuleam merupakan subjek red notice Interpol sejak 2023.
“Tersangka atas nama Zuleam Costinel Cosmin berhasil ditangkap di Kerobokan, Bali,” ujar Ariasandy.
Ia menegaskan proses penangkapan berjalan sesuai prosedur hukum internasional.
Penahanan sementara dilakukan di Polda Bali.
Baca juga: “BNN Ungkap Pabrik Narkotika di Tangerang, 3 Pelaku Ditangkap”
Setelah ditangkap, Zuleam langsung diamankan oleh aparat kepolisian.
Ia saat ini dititipkan penahanannya di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali.
Penahanan dilakukan sambil menunggu proses penyerahan ke otoritas Rumania.
Menurut Ariasandy, penyerahan akan dilakukan kepada NCB Bucharest.
NCB Bucharest merupakan perwakilan Interpol Rumania.
Proses ini mengikuti mekanisme kerja sama antarnegara anggota Interpol.
Penyerahan buron internasional memerlukan koordinasi lintas lembaga.
Polri memastikan seluruh tahapan sesuai hukum nasional dan internasional.
Hak-hak tersangka tetap diperhatikan selama proses berlangsung.
Penangkapan Zuleam didasarkan pada informasi dari jaringan Interpol internasional.
Beberapa negara anggota Interpol memberikan data keberadaan buron tersebut.
Informasi itu menyebutkan Zuleam melarikan diri ke Indonesia.
Negara yang terlibat antara lain NCB Bucharest, NCB Taskent, dan NCB Brussels.
Informasi dikirim melalui sistem komunikasi aman Interpol, I-24/7.
Sistem ini memungkinkan pertukaran data lintas negara secara cepat.
“Kegiatan dilaksanakan berdasarkan informasi dari beberapa negara anggota Interpol,” kata Ariasandy.
Polri kemudian melakukan pemetaan dan pemantauan keberadaan target.
Kerja sama ini menunjukkan efektivitas jaringan Interpol.
Zuleam merupakan tersangka utama kasus pembunuhan di Kota Sibiu, Rumania.
Peristiwa tersebut terjadi pada 6 November 2023.
Kasus ini sempat mengguncang publik Rumania.
Zuleam diduga beraksi bersama dua orang rekannya.
Mereka menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal.
Korban kemudian disiksa secara brutal oleh para pelaku.
Dalam aksinya, para pelaku juga mengancam anak perempuan korban.
Ancaman dilakukan menggunakan senjata api.
Tindakan ini memperberat dakwaan terhadap para tersangka.
Selain melakukan kekerasan, pelaku merampas harta korban.
Mereka membawa kabur jam tangan mewah senilai 200.000 euro.
Aksi tersebut menambah unsur perampokan dalam perkara pidana.
Dua rekan Zuleam lebih dahulu ditangkap aparat penegak hukum Eropa.
Penangkapan dilakukan di Irlandia dan Skotlandia.
Keduanya kemudian diekstradisi untuk menjalani proses hukum.
Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dua pelaku tersebut.
Putusan ini menunjukkan beratnya kejahatan yang dilakukan.
Sementara itu, Zuleam berhasil melarikan diri ke luar Eropa.
Pengadilan Sibiu kemudian menerbitkan surat perintah penangkapan.
Perintah tersebut dikeluarkan pada 19 November 2023.
Sejak saat itu, Zuleam masuk daftar buron internasional.
Penangkapan Zuleam menegaskan komitmen Indonesia dalam kerja sama internasional.
Polri berperan aktif membantu penegakan hukum lintas negara.
Kasus ini menjadi contoh konkret kolaborasi global.
Indonesia kerap menjadi negara transit bagi buronan internasional.
Karena itu, pengawasan terhadap warga negara asing terus diperkuat.
Kerja sama Interpol menjadi instrumen utama dalam pengawasan tersebut.
Divisi Hubinter Polri juga membagikan dokumentasi penangkapan.
Unggahan tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi.
Langkah ini dilakukan untuk transparansi kepada publik.
Saat ini, Zuleam menjalani pemeriksaan intensif di Bali.
Pemeriksaan bertujuan melengkapi administrasi penyerahan.
Proses ekstradisi akan dilakukan sesuai ketentuan hukum.
Polri memastikan koordinasi dengan otoritas Rumania berjalan lancar.
Penyerahan diharapkan dapat segera dilakukan.
Zuleam akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum Rumania.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kerja sama penegakan hukum internasional.
Kolaborasi antarnegara menjadi kunci memburu pelaku kejahatan lintas batas.
Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra aktif dalam keamanan global.
Baca juga: “Sebilah Pisau di Lokasi Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo”