kasihterbaru.online – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Peninjauan dilakukan pada Senin di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.
Agenda ini berlangsung di sela peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kunjungan Presiden menegaskan perhatian pemerintah terhadap kualitas gizi dan pendidikan anak.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo.
Kebijakan ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekretariat Presiden menyiarkan langsung kegiatan tersebut melalui kanal YouTube resmi.
Masyarakat dapat menyaksikan langsung interaksi Presiden dengan para siswa.
Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari publik dan pemangku kepentingan pendidikan.
Baca juga: “Penyaluran MBG Pascabanjir Aceh Utara Belum Merata”
Presiden Prabowo memasuki sebuah aula besar tempat para siswa berkumpul.
Siswa duduk rapi saling berhadapan di sejumlah meja panjang.
Di atas meja tersaji menu Makan Bergizi Gratis yang telah disiapkan.
Menu MBG terdiri atas makanan utama, susu kemasan, dan air mineral.
Penyajian dilakukan dengan tertib sesuai standar kebersihan pangan.
Presiden berkeliling aula untuk melihat langsung pelaksanaan program tersebut.
Presiden menyaksikan para siswa mulai menyantap makanan yang disajikan.
Ia juga menyapa beberapa siswa dan menanyakan pendapat mereka.
Suasana peninjauan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Interaksi ini mencerminkan pendekatan langsung Presiden terhadap penerima manfaat program.
Pemerintah ingin memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.
Pengawasan langsung dinilai penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan.
Usai meninjau pelaksanaan MBG, Presiden berbincang dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Percakapan membahas pelaksanaan teknis dan cakupan program Makan Bergizi Gratis.
Presiden meminta laporan mengenai distribusi dan kesiapan sarana pendukung.
Menteri Sosial menyampaikan perkembangan pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Program ini terintegrasi dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Kementerian Sosial berperan sebagai koordinator utama program tersebut.
Diskusi juga mencakup tantangan logistik dan kebutuhan peningkatan kapasitas.
Pemerintah menargetkan layanan gizi berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Program MBG diposisikan sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Selain meninjau MBG, Presiden mengunjungi sejumlah ruang kelas.
Ia melihat fasilitas belajar yang digunakan siswa Sekolah Rakyat.
Presiden menilai kesiapan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Presiden juga menyaksikan pertunjukan seni yang ditampilkan para siswa.
Kegiatan senam bersama turut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan.
Aktivitas tersebut menunjukkan pendekatan pendidikan holistik di Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan itu, Presiden menandatangani buku dan berfoto bersama siswa.
Orang tua siswa turut hadir dan berinteraksi dengan Presiden.
Momen ini menciptakan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat penerima manfaat.
Sejumlah pejabat negara mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut.
Mereka antara lain Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.
Menteri Luar Negeri Sugiono turut hadir dalam rombongan.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo juga mendampingi Presiden.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hadir dalam kunjungan kerja itu.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ikut mendukung agenda Presiden.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut hadir bersama rombongan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga mendampingi Presiden.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran para pejabat menegaskan pentingnya agenda pendidikan dan gizi nasional.
Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan program.
Pemerintah menempatkan Sekolah Rakyat sebagai prioritas lintas sektor.
Kementerian Sosial meluncurkan Sekolah Rakyat pada 12 Januari 2026.
Peluncuran dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru.
Rangkaian kegiatan dihadiri ribuan siswa dari berbagai daerah.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas.
Sasarannya adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemerintah menilai pendidikan efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Sekolah Rakyat dirancang dengan dukungan teknologi digital.
Model pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di berbagai wilayah.
Sebarannya mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran.
Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 Sekolah Rakyat pada 2029.
Target ini bertujuan meningkatkan daya tampung pendidikan nasional.
Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional menjadi acuan penentuan sasaran.
Integrasi Gizi dan Pendidikan untuk Masa Depan
Peninjauan MBG di Banjarbaru menegaskan komitmen Presiden Prabowo.
Pemerintah mengintegrasikan gizi dan pendidikan dalam satu kebijakan.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sekolah Rakyat dan MBG menjadi fondasi pembangunan manusia berkelanjutan.
Program ini menyasar kelompok paling rentan dalam masyarakat.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperluas cakupan dan kualitas program.
Langkah ini diharapkan mempercepat pengentasan kemiskinan nasional.
Pendidikan dan gizi ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan.
Pemerintah optimistis investasi ini memberi dampak jangka panjang bagi Indonesia.
Baca juga: “Penyaluran MBG Pascabanjir Aceh Utara Belum Merata”