Ratchanok Intanon
kasihterbaru.online – Pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon, pernah mengalami momen lucu saat Indonesia Masters 2019. Kisah sederhana itu justru membuat para penggemar bulu tangkis ramai membicarakan kedekatan keduanya di media sosial.
“Baca juga: Misi Penumpasan Mobil Bodong di Nusa Penida, Bali“ [2]
Dalam foto itu, ia tampak tersenyum manis sambil memegang sebungkus bakso. Lesung pipi khas Intanon terlihat jelas dan menambah daya tarik unggahan tersebut. Yang mengejutkan, ia menyelipkan akun media sosial Fajar Alfian di keterangan foto. “Lesung pipi ini bahagia dengan bakso. @fajaralfian95,” tulisnya.
Unggahan itu langsung memicu reaksi besar dari warganet, terutama pecinta bulu tangkis Indonesia. Banyak yang penasaran apakah keduanya memiliki hubungan khusus di luar lapangan. Sebab, sebelumnya Intanon dan Fajar memang sering berinteraksi di kolom komentar masing-masing.
Sebagian menyoroti sikap malu-malu sang pebulu tangkis cantik. Ada juga yang menggoda Fajar dengan sebutan “juragan bakso.” Kedekatan dua atlet berbeda negara ini dinilai menambah warna di dunia bulu tangkis.
Secara prestasi, Intanon dikenal sebagai juara dunia termuda di nomor tunggal putri pada 2013. Sementara Fajar Alfian bersama Mohammad Rian Ardianto sukses meraih banyak gelar ganda putra. Momen ringan seperti traktiran bakso menunjukkan sisi humanis para atlet, di balik tekanan kompetisi tingkat dunia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa interaksi sederhana antar pemain mampu mencuri perhatian publik. Bagi penggemar, momen seperti ini menambah kedekatan emosional dengan idola mereka.
Ratchanok Intanon pernah membuat heboh publik bulu tangkis saat malu-malu menerima traktiran bakso dari Fajar Alfian. Kejadian di Indonesia Masters 2019 itu memicu spekulasi tentang kedekatan mereka, terutama setelah Intanon mengunggah foto sambil menandai akun Fajar. Banyak penggemar menebak ada hubungan khusus antara dua bintang lapangan tersebut.
Seiring waktu, spekulasi itu perlahan mereda. Intanon dan Fajar tidak pernah secara terbuka membicarakan isu kedekatan mereka. Keduanya memilih membiarkan publik menerka-nerka tanpa memberi penjelasan. Hingga akhirnya, para penggemar mulai memahami bahwa hubungan mereka sekadar rekan seprofesi yang saling mendukung di arena bulu tangkis.
Dalam sebuah kesempatan, Fajar mengakui alasan sederhana di balik momen viral tersebut. Ia hanya ingin mentraktir Intanon karena tahu sang atlet asal Thailand menyukai bakso. Pernyataan ini mempertegas bahwa interaksi keduanya murni bersifat pertemanan, tanpa ada keterlibatan lebih jauh.
Kisah ringan ini sekaligus memperlihatkan sisi humanis para atlet dunia yang identik dengan ketenangan dan profesionalisme di lapangan. Intanon sendiri bukan hanya populer karena wajah cantik dan senyumnya, tetapi juga prestasinya sebagai juara dunia tunggal putri termuda pada 2013. Fajar bersama Mohammad Rian Ardianto juga konsisten mengharumkan nama Indonesia di sektor ganda putra.
Bagi penggemar, cerita bakso ini menjadi bukti bahwa atlet kelas dunia tetap dekat dengan hal-hal sederhana. Kedekatan mereka di media sosial menunjukkan bahwa interaksi kecil dapat menciptakan kedekatan emosional yang kuat dengan publik. Pada akhirnya, kisah ini menjadi bagian menarik dari perjalanan karier Intanon dan Fajar, sekaligus mengingatkan bahwa persahabatan antar atlet lintas negara juga bernilai penting.
“Simak juga: Jakarta,Pusaran Politik dan Dinamika Ekonomi“ [4]