Sri Mulyani Salurkan Bansos Yatim Piatu Rp354,09 Miliar
kasihterbaru.online – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan capaian program Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu (ATENSI YAPI) hingga pertengahan 2025. Hingga 30 Juni 2025, nilai realisasi program ini telah mencapai Rp354,09 miliar. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian negara terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi atau kemiskinan.
“Baca Juga : Zidane, Pilihan Tepat untuk Kembali Melatih: Mengapa Menunggu”
Sri Mulyani menyampaikan, hingga akhir Juni 2025 tercatat 134.718 anak yatim piatu telah menerima manfaat program ATENSI YAPI.Program ini juga mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan diri anak-anak agar tetap memiliki kesempatan meraih cita-cita. Menurut Sri Mulyani, APBN berperan penting dalam melindungi kelompok rentan dan memastikan pemerataan bantuan sosial di seluruh wilayah Indonesia.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi program Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu (ATENSI YAPI) telah mencapai Rp354,09 miliar hingga 30 Juni 2025.
Dalam pernyataannya, Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program bantuan sosial. Ia berharap anak-anak penerima bantuan dapat tumbuh sehat, mandiri, dan berprestasi di masa depan. “Kita ingin mereka dapat mengembangkan potensi diri dan mewujudkan cita-citanya. APBN akan terus bekerja melindungi kelompok yang rentan,” ujarnya. Berdasarkan data Kementerian Sosial, program ATENSI YAPI menjadi salah satu instrumen penting dalam penanggulangan dampak sosial pascapandemi COVID-19 di Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi program Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu (ATENSI YAPI) telah mencapai Rp354,09 miliar hingga 30 Juni 2025.
Sri Mulyani menyebut, sebanyak 134.718 anak telah menerima bantuan melalui program ini. Menurutnya, ATENSI YAPI tidak hanya memberikan dukungan materi, tetapi juga berperan dalam membantu anak mencapai keberfungsian sosial, melaksanakan peran di masyarakat, dan mengembangkan potensi diri. “Kita ingin mereka dapat tumbuh sehat, mandiri, dan mampu mewujudkan cita-citanya. APBN akan
“Baca Juga : Sosis Legendaris: Dibuat dengan Mesin Tua 48 Tahun”