TIktok
kasihterbaru.online – TikTok resmi menyelesaikan kesepakatan pembentukan entitas bisnisnya di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan setelah induk perusahaan, ByteDance, melepas mayoritas kepemilikan kepada sekelompok investor.
Dilansir Engadget pada Jumat, transaksi ini dilakukan menjelang tenggat pemerintah AS di era Presiden Donald Trump. Ancaman pelarangan operasi TikTok di AS memicu langkah restrukturisasi kepemilikan.
Dalam kesepakatan ini, ByteDance mempertahankan 20 persen saham, sedangkan investor menguasai 80 persen. Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing memiliki 15 persen saham. Investor lain termasuk perusahaan milik CEO Dell.
Rincian kesepakatan sempat bocor bulan lalu. CEO TikTok, Shou Chew, dikabarkan telah memberi tahu karyawan bahwa TikTok dan ByteDance telah mencapai kesepakatan dengan konsorsium investor.
Penutupan transaksi menandai akhir dari proses panjang berbulan-bulan. Dengan begitu, TikTok dapat tetap beroperasi di Amerika Serikat tanpa risiko pelarangan.
Baca juga: “TripAdvisor Pilih Bali sebagai Destinasi Terpopuler Tahun 2026”
TikTok menegaskan entitas patungan baru akan melindungi data pengguna di AS. Infrastruktur cloud Oracle yang berbasis di AS akan digunakan untuk menyimpan data.
Selain itu, algoritma TikTok akan dilatih ulang menggunakan data lokal. Moderasi konten untuk wilayah Amerika Serikat akan berada di bawah kendali entitas baru. Meski demikian, interoperabilitas tetap dijaga, sehingga pengguna AS dapat mengakses konten internasional.
Bagi kreator, kesepakatan ini berarti jangkauan global tetap tersedia. Perlindungan yang diterapkan entitas patungan juga mencakup aplikasi lain milik ByteDance, seperti CapCut dan Lemon8, serta beberapa situs web terkait.
Entitas TikTok AS akan diawasi oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, mayoritas warga negara Amerika Serikat. Dewan ini mencakup:
Keberadaan dewan ini memastikan kontrol lokal atas keputusan strategis dan keamanan data pengguna.
Kesepakatan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran regulasi di AS. Strategi serupa pernah diterapkan oleh perusahaan teknologi global untuk mempertahankan akses pasar AS.
Dengan kepemilikan mayoritas di tangan investor lokal, TikTok menyesuaikan diri dengan tuntutan pemerintah sambil tetap mempertahankan pengaruh ByteDance.
Langkah ini juga memperkuat fondasi bisnis TikTok di Amerika Serikat, menjaga stabilitas operasional dan membuka peluang pengembangan produk digital di pasar penting tersebut.
Dengan selesainya kesepakatan, TikTok kini memiliki struktur kepemilikan yang sesuai regulasi AS. Perlindungan data, kendali algoritma lokal, dan dewan direksi yang solid memastikan operasi perusahaan aman dan transparan.
Langkah ini membuka jalan bagi TikTok untuk tetap memperluas jangkauan kreator dan menjaga kepercayaan pengguna. Strategi ini menegaskan bahwa kolaborasi lokal dan global dapat mendukung pertumbuhan platform digital yang besar dan kompleks.
Baca juga: “TikTok Ditinggalkan, Aplikasi Tak Terkenal Mendadak Jadi Nomor Satu”