Usulan ini muncul saat ia meninjau aktivitas transmigran yang menggantungkan mata
kasihterbaru.online – Wamentrans Usulan ini muncul saat ia meninjau aktivitas transmigran yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan yang membutuhkan dukungan sarana memadai. Banyak nelayan transmigran di wilayah tersebut menghadapi keterbatasan alat tangkap sehingga hibah kapal dapat meningkatkan produktivitas mereka.
“Baca juga: Rigor Mortis, Fenomena Mengejutkan di Daging Kurban“ [2]
kebijakan pemanfaatan aset sitaan negara yang lebih produktif
Viva menyampaikan usulannya langsung kepada jajaran terkait, termasuk Kepala Pangkalan PSDKP Batam. Viva menekankan bahwa keputusan inkrah berada dalam kewenangan Kejaksaan sehingga proses hibah harus melewati persetujuan lembaga tersebut. Usul ini sejalan dengan kebijakan pemanfaatan aset sitaan negara yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Wamentrans Hibah Kapal Berpotensi Tingkatkan Produktivitas Nelayan Transmigran
dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan ketahanan pangan daerah. Viva menyatakan kesiapannya mengawal proses hibah apabila nelayan di Rempang menunjukkan kemampuan mengelola kapal besar.
Wamentrans Pertimbangan Teknis dan Regulasi Menjadi Kunci Hibah Kapal Sitaan untuk Nelayan
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa hibah kapal sitaan kepada nelayan transmigran harus melalui kajian menyeluruh agar tidak menimbulkan beban baru bagi penerimanya. Ia menyebut sejumlah kapal sitaan memiliki ukuran besar antara 200 hingga 250 gross tonnage sehingga memerlukan pasokan bahan bakar besar, pengalaman melaut yang memadai, serta kesiapan sumber daya manusia yang terlatih.
Viva menyatakan kesiapannya mengawal proses hibah apabila nelayan di Rempang menunjukkan kemampuan mengelola kapal besar.
Kepala PSDKP Batam Samuel Sandi menambahkan bahwa terdapat tujuh kapal asing berstatus sitaan di wilayah Batam. Ia menegaskan bahwa proses hibah memerlukan persetujuan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan dan permohonan resmi dari pemerintah daerah atau instansi terkait.
Proses hibah kapal sitaan ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan transmigran, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan operasional dan dukungan regulasi yang tepat.
“Baca juga: Mengubah Perubahan Iklim Menjadi Peluang Pertanian Cerdas“ [3]