Pemilik Brand M Diduga Terlibat Pelecehan Seksual di X
kasihterbaru.online – Kasus dugaan pelecehan seksual yang ramai diperbincangkan di media sosial X kembali menjadi sorotan publik. Seorang pengguna, @aarummanis atau dikenal dengan nama Saa, membagikan pengalamannya menghadapi dugaan pelecehan tersebut, yang disebut-sebut menyeret pemilik brand lokal ternama berinisial M. Unggahan Saa dengan cepat viral, memicu gelombang reaksi publik dan diskusi luas di media sosial.
Berdasarkan kronologi yang dibagikan korban, peristiwa bermula pada Mei 2025. Saa menerima tawaran pekerjaan sebagai talent untuk kegiatan pemotretan dan video promosi sebuah brand lokal. Pada awalnya, kerja sama berjalan lancar dan profesional, tanpa tanda-tanda mencurigakan.
“Bulan Mei 2025, saya dapat job sebagai Talent untuk photoshoot atau videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M,” ujar Saa, dikutip Senin (9/2).
Selama proses pemotretan, korban ditemani dua fotografer, termasuk sosok berinisial M, dan seorang talent scouter yang menghubunginya. Tidak ada indikasi ketidaknyamanan pada tahap awal kerja.
Setelah sesi pemotretan selesai, M mengajak korban untuk makan dengan alasan ingin bersantai setelah bekerja. Korban menyetujui karena mengira makan akan dilakukan bersama kru lainnya. Namun, situasi mulai berubah saat korban dibawa kembali ke area studio dan ditinggalkan berdua saja dengan M.
“Saya bingung, karena saya berpikir bahwa kami semua akan makan di luar. Tapi, saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Saya bingung dan merasa curiga,” tulis Saa.
Dalam kondisi ini, korban mengaku menghadapi tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual, meski ia telah berusaha menolak. Setelah kejadian, korban diizinkan pergi, namun mengalami trauma dan ketakutan yang mendalam.
Unggahan Saa segera viral di X, memicu diskusi luas dan spekulasi mengenai identitas pemilik brand berinisial M. Konten promosi yang diduga terkait korban dilaporkan dihapus dari akun media sosial brand terkait.
Baca juga: “Chris Hemsworth Ungkap Risiko Alzheimer Pengaruhi Karier”
Reaksi publik juga datang dalam bentuk komentar yang menuntut klarifikasi terbuka dari pihak brand maupun sosok yang bersangkutan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemilik brand maupun manajemen mengenai tudingan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyoroti isu keselamatan dan hak pekerja di industri kreatif. Aktivis dan pengamat media sosial menekankan pentingnya mekanisme perlindungan pelapor (whistleblower) dan penanganan laporan dugaan pelecehan secara transparan.
Selain itu, viralnya kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial berperan dalam mempublikasikan pengalaman korban, sekaligus menuntut akuntabilitas dari pihak terkait.
Meski kronologi sudah dibagikan secara terbuka, kasus ini masih menunggu tindak lanjut hukum maupun klarifikasi resmi. Publik berharap ada investigasi yang objektif, perlindungan bagi korban, dan evaluasi etika kerja di industri kreatif.
Kasus ini juga menekankan pentingnya edukasi dan prosedur pencegahan pelecehan seksual di lingkungan profesional, agar pengalaman seperti yang dialami Saa tidak terulang di masa depan.
Baca juga: “Duduk Perkara Mohan Hazian Viral, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual hingga Tuduhan Pedofilia”